ロクデナシ (Rokudenashi) - 草々不一 (Sincerely Yours) (Terjemahan Indonesia)
[Verse 1]
“Satu lagi”
“Sedikit lagi”
Kehidupan yang merajuk pun...
Bertambah tinggi
Tak termasuk dalam siklus pinta saat ini
Sekarang pun tak berkecil hati
Aku mengalihkan fokus hatiku yang goyah
Hari-hari saat aku tertawa untuk seseorang selain diriku
[Pre-Chorus]
Tutur kata untuk siapa?
Sikap untuk siapa?
Hei...
Aku menanti
Tempat meratap untukku
[Chorus]
Hari-hariku yang hanya dilanda luka lara kini...
Menyembur dan membubung oleh tutur katamu
Lambat-laun menjadi basah kuyup
Aku merana karena sangat mencintaimu
Aku tenggelam oleh tatapanmu
Kepada yang terkasih
[Verse 2]
Hari ini tampak akan hujan...
Seperti hatiku
Dengan kesia-siaan belaka...
Menanti mentari yang semburat dari serpihan awan
Tenggelam ke dalam lautan
Mеrangkul kebanggaan yang tak bisa dihempaskan
Tak bisa mengatakan ingin bеrhenti lagi
Sungguh hati yang egois
[Pre-Chorus]
Masa depan untuk siapa?
Usaha untuk siapa?
Hei...
Aku menanti
Ombak ini yang menghanyutkan segalanya
[Chorus]
Malam yang hanya dilanda luka lara kini...
Mulai menyinariku dengan tutur katamu
Hatiku meluap
Kau mencuri kerlingan mataku...
Membuatku tenggelam hingga berpaling
[Post-Chorus]
Hatiku yang berada di sini
Sinar yang mencerahkan kegelapanmu
Demi mencurahkan
Dusta
Asmara
Kini
Telah bertumbuh
Kepada yang terkasih
“Satu lagi”
“Sedikit lagi”
Kehidupan yang merajuk pun...
Bertambah tinggi
Tak termasuk dalam siklus pinta saat ini
Sekarang pun tak berkecil hati
Aku mengalihkan fokus hatiku yang goyah
Hari-hari saat aku tertawa untuk seseorang selain diriku
[Pre-Chorus]
Tutur kata untuk siapa?
Sikap untuk siapa?
Hei...
Aku menanti
Tempat meratap untukku
[Chorus]
Hari-hariku yang hanya dilanda luka lara kini...
Menyembur dan membubung oleh tutur katamu
Lambat-laun menjadi basah kuyup
Aku merana karena sangat mencintaimu
Aku tenggelam oleh tatapanmu
Kepada yang terkasih
[Verse 2]
Hari ini tampak akan hujan...
Seperti hatiku
Dengan kesia-siaan belaka...
Menanti mentari yang semburat dari serpihan awan
Tenggelam ke dalam lautan
Mеrangkul kebanggaan yang tak bisa dihempaskan
Tak bisa mengatakan ingin bеrhenti lagi
Sungguh hati yang egois
[Pre-Chorus]
Masa depan untuk siapa?
Usaha untuk siapa?
Hei...
Aku menanti
Ombak ini yang menghanyutkan segalanya
[Chorus]
Malam yang hanya dilanda luka lara kini...
Mulai menyinariku dengan tutur katamu
Hatiku meluap
Kau mencuri kerlingan mataku...
Membuatku tenggelam hingga berpaling
[Post-Chorus]
Hatiku yang berada di sini
Sinar yang mencerahkan kegelapanmu
Demi mencurahkan
Dusta
Asmara
Kini
Telah bertumbuh
Kepada yang terkasih