Lomba Sihir
Ya Mau Gimana?
[Lirik “Ya Mau Gimana?”]

[Verse 1: Hindia]
Kakak pernah OD di sofa
Di penjara minta Ibunda PS2
Adik sampai besar pun tak pernah belajar
Sampai sekarang obat apa pun dihajar
Lihat Ibu bangga dengan tas Eropa
Terbiasa tontonkan harta untuk semua
Terbiasa susah terima kesusahan
Yang dikejar anak ya hanya kekayaan

[Chorus: Natasha Udu]
Natural tertawakan hal-hal normal
Bicarakan hal-hal yang janggal
Mudah ditebak dari awal
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Lazimkan semua karena

[Rap: Hindia & Udu]
Di rumah selalu ditabukan topik tentang beberapa organ
Di sekolah sering dijauhkan, celana dan rok tak boleh berdekatan
Makin tua tak heran si anak penasaran, punya uang sedikit ‘tuk DVD bajakan
Malah bertemu ayah di pijat-pijatan, pegang sana-sini biasakan pelecehan
S’kali Bapak tertangkap basah, ada yang disimpan selain di rumah
Keduanya pisah sejak dulu, mau mencontoh siapa tak tahu
Di pojok klub bertabur bintang, ia pilah pilih belanja tebengan pulang
Cari pria wanita yang cukup lancang karena orang tua di rumah tak pernah pulang
[Instrumental]

[Verse 3: Hindia]
Ke Pulau Dewata saat pandemi
Seakan di Bali tak ada transmisi
Berangkat pun kar’na dibiayai orang tua
Yang kasih didik kan paling sering cuci tangan

[Bridge: Hindia]
Yang kasih uang yang paling jaga jarak aman
Seakan semua anak lahir s’bagai bajingan
Seakan pengaruh mereka tak sekuat lingkungan
Seakan anak begitu bukan pelarian

[Outro: Udu]
Natural tertawakan hal-hal normal
Bicarakan hal-hal yang janggal
Mudah ditebak dari awal
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Melazimkan hal-hal yang banal (hal-hal yang banal)
Lazimkan semua karena